7 Ways To Wake Up Motivated!

Awal tahun penuh dengan “push” kerjaan :). Kalo kata suami mah “dinikmatin dan dijalanin ajah”. Ceritanya dikantor tuh lagi di push untuk buat tulisan baik tentang kebijakan yang ada di HCM ataupun tulisan tentang motivasi agar bisa dishare ke karyawannya setiap minggunya. Tentunya sayapun kebagian, secara saya anak bawang.

Inilah salah satu hasil karya saya :

7 Ways To Wake Up Motivated!Sumber : http://www.ineedmotivation.com/blog/2008/04/7-ways-to-wake-up-motivated/

Tulisan ini biasa aja sih sebenarnya, cuma bagi saya yang ga jago bahasa inggris dan desain, ini suatu kebanggaan tersendiri karena tulisannya agak keren dikit :D, walaupun belum dipublish.

Iklan

1 Tahun Mas Azzam ^_^

Hari ini, 05 Desember 2014. Tepat 1 tahun usianya Muhammad Azzam Alfarizi, Doa yang terbaik selalu terpanjat untukmu nak, jadi anak Sholeh, Pintar, baik, berguna buat semuanya :).

2xUdah bisa apa aja nih 1 tahun :

– Ngocehnya makin banyak dan beragam katanya. Mulai dari “Mamam” “Tatata” apalagi kalo teriak, wah seneng banget dia.

– Berani berdiri tanpa pegangan, walaupun hanya sekitar 1 detik ajah 🙂

– Gaya nangisnya yang makin beraneka ragam kalo mau mengambil sesuatu eh malah dilarang. Mulai dari nengkurapin mukanya kelantai sampe keluar airmatanya :).

– Paling seneng diajak keliling pake motor ataupun sepeda dia sendiri.

– Betah banget yang namanya mandi, kalo diangkat malah nangis.

– Maemnya masih agak susah, berbagai macam menu udah dicoba tapi tetap aja suka dilepehin *hufffttt, lap keringet. Walaupun begitu, selain maem nasi dia suka. Mau itu sayur, buah, roti, kue, kerupuk, semua dilahap dengan lahap.

Ga terasa sudah 1 tahun usiamu nak, paling suka tuh nyiumin anak pas dia lagi tidur lelap gitu, mau diciumin kayak manapun dia pasrah ajah *lah iyalah, secara udah tidur anaknya vi :). Setahun yang lalu, dijam 09.00 ini bunda masih merasakan dirimu kontraksi diperut bunda setelah sebelumnya diinduksi, disaat itulah diri ini betul – betul pasrah tentang apa yang akan terjadi. Setelah hampir 4 jam nahan kontraksi karena induksi, dirimu belum mau keluar juga dan bukaan juga ga ada. Akhirnya diputuskan untuk Operasi Sesar karena air ketubannya sudah kering. Wah jadi flashback masa persalinanmu, cerita lengkapnya bisa disimak disini.

Cepetlah besar anakku sayang, mari kita Travelling bareng yah nak ^_^. Ini mah emaknya aja yang pengen banget travelling lagi :p.

We Love U Mas Azzam :*

Lontong Usus & Sup Ikan ^_^

Pagi ini kita bicara makanan dulu yah :). Setelah ngobrak ngabrik foto di HP, eh ketemu 2 foto makanan yang endes ini :).

1. Lontong Usus

Pertama kali nyobain makanan ini di Tanjung Pinang, saat suami masih dinas disana. Bicara tentang kota Tanjung Pinang, ini sebuah pulau yang hanya 1 jam dari Batam, terkenal dengan pantainya yang indah dan bagi saya yang suka wisata kuliner maka makanannya juga enak.

Lontong Usus

Dinamakan lontong usus, karena lontong dicampur dengan usus tetapi ususnya ini berisi tahu. Rasanya enak banget, buat nagih deh pokoknya. wah jadi pengen ke Tanjung Pinang lagi ^_^.

2. Sup Ikan

Ikan fillet yang disup, yang buat enak dari sup ikan ini ya kuah supnya. Makanan ini saya temukan di Batam, nama tempatnya lupa euy :D. Hal yang terasa agak berbeda adalah adanya potongan cabe hijau dikasih kecap sebagai pelengkap sup ikannya. Kebayang dalam pikiran saya kalo sambalnya itu sambal cabe merah ulek *Ini mah kebanyakan makan makanan Padang  :).

Sup Ikan ILoveMakananIndonesia ^_^

Azzam Hari ini …

Mulai hari ini Azzam akan berdua saja sama mbaknya, Nenekku udah pulang kemarin karena kondisi badannya sudah semakin drop dan berpikiran bahwa ini sudah mendekati ajalnya dan dia berniat meninggal dirumahnya sendiri. Sedih banget rasanya pas nenek pulang karena Azzam diurusnya dari pertama kali lahir. Walaupun kadang aq sering sebel sama nenek karena dicerewetin macem2, terutama masalah mbak dirumah. Azzam udah 2 kali ganti pengasuh, karena pengasuh pertama ga cocok sama nenekku. Pengasuh yang kedua ini juga sering dkritik sama nenek terutama masalah pengasuhan Azzam *Nenekku tuh 1000% sayangnya sama Azzam, jadi kami kadang suka dimarahin juga sama dia kalo ada yang ga sreg dihatinya. Alhamdulillah mbaknya mau dinasehatin buat sabar menghadapi nenek, karena kami takut juga kalo mbaknya minta pulang -Cari pengasuh sekarang susah euy, apalagi yang bisa dipercaya-.

Apa ada yang berubah dengan pulangnya nenek ke Lubuk Linggau ? Jawabnya tentu IYA. Kami harus bekerjasama bertiga (Me, Suami, Mbak) agar rumah “nampak” bersih sedikit sebelum kami berangkat kerja. Alhamdulillah saya memiliki suami yang begitu rajin dan ga segan untuk membantu istrinya mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Ternyata, nenek itu banyak juga loh kerjaannya dirumahku 🙂 *Nenek ga pernah mau diem kalo lagi dirumah, pasti ada saja yang dikerjakan.

– Mencuci Piring

– Mengangkat pakaian & melipatinya

– Menyiram bunga

– Jagain Azzam kalo mbaknya lagi mandi atau menyetrika

Mbaknya fokus buat jaga Azzam aja selama kami bekerja, jadi kami bertiga mensiasati itu semua agar semuanya dapat terlaksana dengan baik. Azzam anaknya super aktif betul, ada saja yang dia lakukan dirumah tuh … sekarang lagi tahap nangis jerit2 kalo apa yang dimauin ga diturutin … lagi seneng ngacak2 dompet ayahnya dan bantingin HP :D. Jadi harus extra sabar buat menanganinya dan saya memang belum sabar menghadapi keaktifan Azzam :(. Ayahnya lah yang juara dalam menghadapi Azzam ini :).

Selama nenek dirumah, banyak banget pesan moral yang kami terima :

1. Nenek tuh hemat banget. Dia orangnya hemat untuk urusan makanan, pakaian dan beli barang2 dan sangat loyal untuk membantu orang.

2. Nenek telaten banget dalam melakukan pekerjaan apapun.

3. Nenek sabar banget orangnya.

Banyak banget kebaikan nenek yang akan kami kenang terus. Semoga nenek cepat sembuh dan bisa ikut kami lagi ke Pekanbaru.

We Love You :*

Bukit Raya-20140705-01750

[Tulisan Suami Saya] ^_^ PLN Bersih

Kali ini saya akan menampilkan tulisan suami dg judul “PLN Bersih”. Dia langsung jadi pujangga semalam demi menyelesaikan tulisan berikut ini dan berhasil menjadi juara ke 4 pada acara HLN (Hari Listrik Nasional) yang diselenggarakan dikantornya -Good Job ^_^-. Saya bagian sumbang baca dan edit – edit sedikit :).

Catatan Kaki :

“Ternyata suami jago juga menulis ^_^”. Kita berdua masih harus terus belajar untuk memperbaiki setiap tulisan agar menjadi kata – kata yang indah.

images

Inilah tulisannya :

Ketika mendengar kata bersih maka pikiran, pendapat, asumsi kita akan langsung mengarah bahwa bersih itu segala sesuatu yang tidak tercemari oleh apapun atau bisa di katakan murni / putih / kinclong dan lain sebagainya. Setiap individu meyakini bahwa banyak sekali manfaat dari BERSIH dan setiap orang pasti menginginkan dirinya bersih baik bersih jiwa, bersih fikiran maupun bersih lingkungan. Hal yang sama dipahami dan ingin diterapkan di organisasi besar seperti PT PLN (Persero) kita tercinta ini. Dari masa ke masa PT PLN (Persero) sebagai salah satu holding terbesar perusahaan penyedia ketenagalistrikan nasional di Negara Indonesia menginginkan organisasinya menjadi “Bersih”.

Dalam hal ini kita sebagai individu didalamnya (Pegawai PLN) berimbas akan gaung mengenai PLN Bersih tersebut. Mau tidak mau harus ikut mendorong dan mendukungnya, hal tersebut bisa terwujud jika memang masih punya naluri sehat. Namun Pertanyaan besar timbul di benak saya maupun benak pegawai lain “APAKAH PLN BISA BERSIH SEDANGKAN…..?” Pertanyaan selanjutnya “SAMPAI KAPAN PLN INI BISA BERSIH SEDANGKAN….?” dan “BAGAIMAN PLN INI BISA BERSIH ?” serta masih banyak pertanyaan lainnya yang akan muncul. PLN Tersorot … Mengutip salah salah mantan direksi kita, Banyak sekali orang umum (diluar PLN terutama) bertanya-tanya, beargumen, berasumsi dan akhirnya menyoroti ketika mendengar PLN ingin BERSIH menjadi PLN BERSIH ANTI KORUPSI.

Awal sebuah cerita kehidupan saya bisa sampai tertaut di Perusahaan Besar ini yaitu empat tahun lalu, tepat sebelum umur saya belum genap 23 tahun (dalam tanda kutip masih galau). Begini kisahnya ….. Sebuah Proses kehidupan manusia tidak lepas dari yang namanya pilihan, yaitu pilihan dalam menentukan kehidupan ini. Sebagai seorang anak mahasiswa tentunya punya cita-cita tidak ingin menganggur alias harus bekerja setelah lulus kuliah nanti . Tentunya dengan jalan yang benar dalam mencari pekerjaan TANPA NYOGOK / SUAP seperti yang sering terdengar dalam telinga kita bersama, “kalau mau jadi pegawai harus mbayar lho”. Begitu juga dengan saya yang ingin sekali setelah lulus kuliah mendapat pekerjaan dengan cara yang halal. Sambil menunggu jam masuk kuliah dimulai, sahabat karib teman-teman satu kelas ada yang bilang kalau ada job posting rekrutmen PLN bekerja sama dengan Universitas Indonesia, “Hayuk ikutan..!!” kata salah satu teman saya …!! Waktu itu saya tanya Perusahaan apa sih PLN Itu?. “ PLN itu BUMN besar bro, lumayan enak nanti kalau kamu kerja disana” jawab teman saya. Walaupun saat itu saya sedang menjalani proses skripsi S1 saya Dengan keyakinan hati saya memilih untuk ikut dalam proses rekrutmen tersebut. Saat itu saya gagal dalam proses tes rekrutimen tahap 3 di Jakarta, Namun ada job posting lagi di ITB Bandung, kebetulan lokasinya satu kota dengan saya kuliah S1, alhasil saya ikut lagi dan berhasil sampai tahap akhir rekrutmen. Dengan pertimbangan orang-orang terdekat saya terutama keluarga dan resiko yang dihadapi maka saya memilih untuk menjadi Calon Karyawan PT (PLN) Persero angkatan 15 dengan menandatangi kontrak kerja yang saat itu dilaksanakan di PT (PLN) Persero Distribusi Jawa Barat dan Banten .

Dua bulan pertama sebelum memasuki kantor, kami di bekali perusahaan untuk manjalani rentetan kegiatan : kesemaptaan, pengenalan perusahaan dan diklat pembidangan. Alhamdulillah semua saya jalani tanpa kendala apapun, tahun 2010 kami diberangkatkan untuk menjalani On The Job Training (OJT) di PT PLN (Persero) Wilayah Riau dan Kep. Riau tepatnya di Cabang Tanjung pinang Masa OJT ini buat saya masa-masa susah karena harus menyesuaikan lingkungan kerja, jauh dari orang tua dan saudara maklum sebelumnya belum pernah keluar dari tanah jawa yang memaksa kami harus mengatur pengeluaran dari uang saku yang di dapat.

Bulan pertama saya jalani dengan aman-aman saja, maklum masih belajar belum mengerti apa-apa. Oh iya lupa .. belum cerita job saya, saya di PLN Cabang Tanjungpinang berada di bawah bidang Komersial, Sub Bidang Pengolahan Rekening. Cabang Tanjungpinang merupakan cabang yang paling banyak mempunyai rayon dan sub unit yang mayoritas produksi listriknya masih menggunakan BBM (isolated – ‘sering mati’ ) dengan jarak tempuhnya dari satu unit ke unit PLN lain lumayan jauh serta harus di tempuh dengan kapal. Waktu itu segala sesuatu masih manual dalam menjalankan proses bisnis PLN ini, berbeda dengan bayangan saya ketika awal saya menjalani diklat persiapan di PLN Jawa yang segala sesuatu sudah modern. Sebagai staff pengolahan rekening tiap bulan kami harus menarik data hasil pencatatan meter dari 9 rayon dan beberapa unit yang tidak punya rayon atau punya rayon namun tidak bisa di collect di rayonnya dan kemudian mengolahnya menjadi rekening pelanggan yang akan di jual. Konflik Batin menimpa diri saya, berbagai hal miring yang terjadi di PLN mulai saya ketahui mulai dari pemadaman bergilir sampai isu-isu pindah ke rayon (pulau –pulau pelosok ), salah satu hal yang paling membuat saya prihatin saat itu adalah di mana kita selalu di minta untuk merekayasa data agar tujuan perusahaan terutama PLN Wilayah Riau & Kep. Riau Nilai Kinerjanya Bagus. “PLN Besar tapi bobrok” kata saya.. “PLN Ga Bersih”..”PLN Suka membohongi”. Sebagai seorang staff apalah daya, atasan saya pun (sekelas supervisor) tidak bisa menolak hal tersebut, Ini sudah di anggap Normal / Wajar atau dalam kata lain MURNI / BERSIH.

Moment itu tiba, saat itu kami kedatangan GM (General Manager) Bpk. Oman Sumantri yang baru menjabat sebagai GM kami. Dengan keberanian hati dan paksaan batin saya memberanikan diri untuk berusaha mendapatkan penjelasan yang selama ini mutar-mutar dalam benak saya. “KENAPA PLN HARUS BEGINI ? KAPAN PLN AKAN MAJU PAK “ begitulah kira-kira bahasa saya dalam forum tersebut. Sontak semua hadirin diam dan memandang saya dengan tatapan aneh. Bapak GM dan MA (Manager Area) saat itu Bpk Hendra Slamet Rijadi mencoba menjawab dengan bahasa halus kepada saya, walaupun tidak puas saya tidak menimpalinya lagi, maklum masih takut. Masalah besar menimpa saya sejak saat itu saya jadi tersorot setelah acara tersebut ada yang beragumen “BAGUS MAS .. KAPAN LAGI BISA NGOMONG SEPERTI ITU”, ada juga dengan bahasa insyaratnya bilang “GENDENG ANAK INI” (dalam bahasa jawa artinya; Gila Anak ini), kurang lebih satu minggu setelah acara itu saya di panggil oleh MA (Manager Area), entah karena itu atau hal yang lain saya tidak tahu, deg-degan rasanya masuk ruangan BOS. Singkat cerita begini.. “Saya setuju dengan argumen anda mas, hanya tidak tepat di sampaikan di forum seperti itu” Kata Bapak MA. Setelah itu dia cerita tentang keluarga, filosofi kehidupan, dll dan saya ingat sekali apa yang di katakan Beliau bahwa “JADILAH SEPERTI IKAN YANG HIDUP DI ALIRAN AIR KOTOR, KARENA KETIKA DIA HIDUP DIA TIDAK AKAN MENGIKUTI ARUS / ARAH AIR MENGALIR TERSEBUT”, sama dengan PLN ini mas masih banyak hal-hal yang menyeleweng yang harus di benahi bersama, kita harus tetap teguh pada pendirian kita. Saat itu saya pun tidak berkata banyak, hanya bilang “iya pak”. Sebagai catatan penting bagi saya adalah Beliau merupakan pemimpin yang terbuka untuk di kritik / evaluasi.

Waktu terlewati begitu cepat, tantangan kehidupan yang saya jalani memaksa saya untuk tumbuh lebih kuat. Kurang lebih tiga tahun setelah diangkat menjadi pegawai alhamdulillah saya di proyeksikan sebagai Supervisor Pelayanan Pelanggan di Rayon Bintan Center. Pertimbangan apa yang membuat manajeman menaruh harapan kepada saya untuk memegang tampuk Pelayanan di Rayon yang saat itu di tunjuk sebagai Rayon Percontohan tidak saya pahami betul, apa karena saya sudah menikah jadi … atau ..??. “AH ENTAHLAH YANG PENTING AMANAH INI SAYA HARUS JALANI” Pikir saya. Ceremony PLN Bersih di Area Tanjungpinang dan sekaligus Deklarasi Pembentukan Rayon Percontohan saya rasakan saat itu, luar biasa besar anggaran untuk membuat acara tersebut, tapi saya yakin ini adalah langkah awal yang benar yang di buat PLN. Amanah di depan saya menanti , APAKAH SAYA MAMPU ATAU SAYA IKUT PEMBIASAAN/ PEMBIARAN KEJELEKAN DIMATA SAYA BAK IKAN MATI DI ARUS / AIR YANG KERUH. Hambatan dan rintangan di unit pelaksana seperti di rayon memang luar biasa hebat, terlebih lagi dengan kemampuan financial PLN yang melemah saat ini dan juga pengelolaan supporting ke unit pelaksana yang tidak totally membuat kami di unit berjibaku agar pelayanan yang transparan dapat terwujud. Sedikit curhatan dari saya saat menjabat di posisi Spv. Pelayanan dan Administrasi umum, Mimpi atau keinginan saya hanya satu melayani pelanggan tanpa pandang bulu. Seperti yang sudah tersurat di atas, mimpi saya belum bisa terwujud di Unit kami hingga jabatan saya di sana berakhir 8 bulan kemudian, bukan akibat saya tidak mau berusaha, atau atasan tidak mau mendukung namun akibat kondisi pembiaran yang selama ini sudah mengakar, mendarah daging .

Perlu effort yang besar berupa kekompakan tim dari hulu hingga hilir untuk mewujudkan Rayon Percontohan Bebas Korupsi. PLN Bersih .. Yes.. Pasti Bisa. Buktinya Manajemen PLN Pusat telah menggelontorkan berbagai program agar seluruh unit pelaksana dapat menjalankan yang namanya “PLN Bersih”. Salah satunya dengan sistem proses bisnis yang terpusat yang dapat di pantau setiap saat progressnya seperti : AP2T, APKT, SAP, Diklat Online, E-Proc, J-Proc . dan juga program-program yang diincludekan di Kontrak KPI seperti “Pelaksanaan PLN Bersih” sehingga transparansi pelayanan dapat terwujud dan dapat meminimalkan tindak KORUPSI. Namun itu semua tidaklah cukup jika kita sebagai pelaksana tidak ikut terlibat dalam memberantas yang namanya KORUPSI. Artinya perusahaan kita telah sepakat bahwa PLN Bersih harus terlaksana. Terakhir kesimpulan dari essay saya atau bisa juga saran untuk saya pribadi dan semua yang membaca catatan saya :

UNTUK MENJADIKAN PLN BERSIH harus :

1. Individu Setiap insan PLN harus yakin, punya mimpi serta berusaha dengan sekuat tenaga seperti dalam film Negeri 5 Menara “MAN JADDA – WA JADDA” Siapa yang bersungguh-sungguh dia akan mendapatkannya. Tentunya harus di awali dengan konsep iman dalam diri kita. Dalam Pedoman perilaku PLN sudah jelas disana di tulis hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh pegawai PLN. Sampaikan kepada yang lain, ingatkan dan mulailah dari diri sendiri.

2. Individu setiap insan PLN harus hidup dengan sederhana, tidak mengikuti gaya hidup berlebihan (gaya-gayaan) karena hal ini akan memicu orang untuk mengambil apa yang bukan manjadi haknya.

3. Mempunyai komunitas sehingga kita dapat di lihat teman atau keluarga kita, intinya dalam kita hidup ada yang mengawasi jadi transparan saja, tahu kita nambah mobil dari mana, nambah rumah dari mana, minimal keluarga kita sebagai pengingat kita. PLN saat ini telah membentuk agen-agen PLN Bersih untuk menjadi jangkar terciptanya Pegawai PLN Bebas KORUPSI, mari Kita semua menyongsong dan dapat berpatisipasi di dalamnya.

4. Jangan hanya jadi generasi PLN yang hanya melihat kebobrokan sebagian oknum PLN, saya katakan demikian karena dari sebagaian kita tahu di depan mata kepalanya namun tidak mau mengambil alih atau mencoba merubah kebobrokan tersebut terjadi. Minimal kita menolak dalam hati dan jangan apatis terhadap tingkah laku korupsi, laporkan agar lintah tersebut tidak sampai menggigit kita juga, Toh PLN sudah ada mekanisme pelaporan tidak pelanggaran PLN Bersih – Laporkan saja melalui PO BOX… (saya ga hafal )

Orang yang mampu adalah orang yang dapat mencukupi kebutuhannya bukan

orang yang mendapatkan apa yang di inginkannya.

Jangan Takut kehilangan jabatan atau kehilangan kepopuleran dalam

menghadapi Perang Korupsi

Kalian yang perang memberantas korupsi , jangan beranggapan kalian berjuang

sendiri, yakin ada jutaan orang yang setuju untuk memberantas tindak KORUPSI

“Ahok (Dalam Acara Mata Najwa)”

Blog Baru ^_^

Kenapa saya pindah ke blog baru ? padahal masih di wordpress juga :). Ini akibat memori saya tak mampu mengingat password di blog yang lama, Fyi ini blog saya yang lama Danang & Evi. Sudah berbagai cara saya lakukan agar bisa ingat tuh password, bahkan sampai direset ulang, tapi karena email yang digunakan untuk membuat blog yang lama adalah Email Plasa yang sudah berubah bentuk dan sepertinya ga bisa digunakan kembali untuk email *Bener kan saya ?*. Sampai saya kirim ke pihak wordpressnya terkait lupa password tersebut, tetapi ga dapat tanggapan :(.

Suami memberikan ide agar buat blog baru saja dan inilah blog baru kami.

Selamat datang dan semoga suka membacanya ^_^

Welcome

 Sumber dari sini